1.) Flaxseed

Flaxseed kaya akan serat, tentu saja baik bagi tubuh Anda. Tetapi, terlalu banyak asupan serat menyebabkan perut ber-gas dan kembung yang bisa mengganggu rutinitas olahraga Anda. Stella Metsovas, pakar nutrisi klinis dan diet, menganjurkan Anda untuk tidak mengonsumsi makanan apapun yang berserat dua jam sebelum dan sesudah berolahraga. Selain flaxseeds, hindari pula suplemen serat, bran, salad sayuran, dan roti-rotian berserat tinggi. Sebaiknya, pilih camilan yang mengandung protein dan karbohidrat.

2.) Protein bar

Jangan mudah tertipu oleh label protein bar yang dijual di pasaran. Banyak produk protein bar yang mengandung lebih dari 200 kalori dan sangat sedikit protein, sama saja dengan melahap sebatang permen cokelat!

Menurut Rania Bayney, dikutip dari shape.com, jika protein bar Anda mengandung protein kurang dari 10 gram, risikonya gula darah Anda akan lebih cepat turun dan membuat Anda semakin mudah lelah. Perhatikan tabel gizi pada kemasan produk. Pilih protein bar yang mengandung kalori tidak lebih dari 200 kcal dengan rasio perbandingan protein dan gula 1:1.

3.) Fast food

Camilan tinggi protein dan karbohidrat bukan berarti mengisi perut dengan burger atau kentang goreng di restoran cepat saji dekat gym Anda. Junk food mengandung lemak yang sangat tinggi dan memerlukan setidaknya empat jam untuk bisa dicerna sepenuhnya.

Saat Anda mencerna makanan, jantung akan memfokuskan pemompaan darah menuju perut Anda untuk membantu melancarkan pencernaan. Volume aliran darah menuju otot akan menyusut, padahal otot membutuhkan banyak asupan darah saat melakukan aktivitas berat. Hal ini akan memperlambat tubuh Anda saat berolahraga. Selain itu, makanan tinggi sodium bisa mengganggu keseimbangan cairan tubuh yang dibutuhkan selama berolahraga.

4.) Susu

Bahkan, susu low-fat yang diklaim sebagai makanan diet juga bisa memperlambat kerja tubuh selama berolahraga.

Protein adalah sumber utama dari energi dan membantu pemulihan otot, tapi produk makanan atau minuman berprotein tinggi tidak mengandung cukup karbohidrat, sehingga bisa lebih cepat menguras energi Anda. Layaknya lemak, protein berjalan lambat ke dalam aliran darah, membuat Anda mudah merasa lelah dan gemetaran meskipun Anda sudah makan banyak.

5.) Gula

Untuk sistem pencernaan bisa bekerja dengan optimal, Anda membutuhkan bantuan bakteri baik yang tinggal di dalam usus. Dengan mengonsumsi terlalu banyak camilan yang mengandung pemanis buatan, tumbuh kembang bakteri baik akan terancam dan menyebabkan penyerapan nutrisi tidak berjalan dengan baik.

Camilan tinggi gula dan karbohidrat akan meningkatkan kadar gula darah Anda dan bisa menyebabkan Anda jatuh pingsan di tengah sesi gym Anda.

Jika Anda merencanakan sesi olahraga intens, sebaiknya hindari pula jus jeruk, minuman isotonik, soda, dan minuman energi. Kafein bisa memberikan tambahan energi sebelum memulai olahraga, namun juga bisa merusak pola tidur Anda. Kurang tidur artinya Anda tidak memiliki cukup tenaga untuk berolahraga.

6.) Telur

Telur rebus adalah sumber yang sangat baik dari protein murni, tetapi telur tidak memberikan cukup asupan karbohidrat untuk keseimbangan energi. Terlebih lagi, protein dari telur akan tinggal di dalam perut dalam waktu lama sampai bisa dicerna, yang akan memberatkan tubuh Anda bekerja selama di gym.

‘Jamu’ telur mentah juga bukan minuman yang baik untuk Anda konsumsi sebelum nge-gym. Telur mentah mengandung bakteri Salmonella yang bisa menyebabkan sakit perut dan diare.

Sebaiknya, ganti menu telur Anda dengan secangkir greek yogurt polos atau keju yang dikombinasikan dengan salad buah-buahan.

7.) Makanan pedas dan berempah

Makanan pedas bagus untuk menu makan diet karena bisa membantu Anda membakar lebih banyak kalori secara keseluruhan, tapi manfaat ini tidak akan efektif jika Anda makan makanan pedas sebelum berangkat ke gym.

Makanan pedas dan berempah bisa membuat perut mulas dan kerongkongan terasa terbakar yang tentu saja menghambat sesi olahraga Anda.